|
Penyiasatan
Iklan di Waktu Sulit
“Dalam situasi ekonomi baik atau buruk sebuah
brand/produk mutlak harus tetap beriklan,” kata Erik Meijer,
Deputy President Director Bakrie Telecom, Tbk / Perwakilan Asosiasi
Pengusaha Pengiklan Indonesia (APPINA) dalam acara “WORKSHOP
MEDIA STRATEGY IN ECONOMIC DOWNTURN”, Selasa, 24 Maret 2009,
Merchantile Athletic Club.
Bila situasi ekonomi lebih sulit lagi, tambah Erik,
maka satu-satunya cara adalah KREATIVITAS! Suatu aksi yang di dalamnya
menuntut cara-cara kreatif guna mampu memasarkan produk atau jasa.
Terlebih lagi buat industri cetak yang saat ini tengah memerlukan
penyiasatan khusus di saat para pengiklan akan meminta lebih dari
apa yang biasa diberikan mengingat bargaining position mereka lebih
tinggi. Mereka misalnya, ditambahkan Erik, bisa menuntut ROI dari
iklan yang terpasang, misalnya berapa respon pembaca dari pemasangan
iklan di Media A. Sebuah kondisi yang memaksa beberapa media untuk
lebih bersikap flexible dan adaptif. Dalam bahasa Erik, “Media
should giving x-tra value not by cutting down the rate too much,”
katanya.
Bagaimana tanggapan orang media? “Prediksi
ke depan, bukan tidak mungkin akan terjadi saling mencuri budget
antar sesama media mengingat pengiklan masih akan tetap sedangkan
pasar kian mengecil sehingga pertarungan semakin keras,” ungkap
Agung Adiprasetyo, CEO Kompas Gramedia & Wakil Pemimpin Umum
Harian Kompas. Hal yang ternyata juga diamini oleh Zetta Saraswati,
Wakil Pemimpin Usaha SWA. Hanya saja ditambahkan Zetta, “Buat
media khusus seperti SWA dan MIX tentu tak harus merespon situasi
dengan bersikap ekstrim,” kata Zetta dengan kalem.
Beberapa penyiasatan, tambah Zetta, boleh jadi memang
perlu dilakukan. Salah satunya, pengelola media cetak dapat saja
menawarkan beragam produk dan jenis iklan kreatif (creative boutique)
seperti insertions khusus atau jaket cover khusus. Lainnya, bisa
saja dalam bentuk paket-paket pengembangan komunitas untuk meningkatkan
loyalitas, selalu mobile dan dinamis atau Integrated Marketing Communication
antar unit grup dalam perusahaan – seperti SWA Media Group.
Sebuah hasil integrasi yang dipastikan sangat solid dengan paket
program lengkap karena bisa bersifat multimedia promosi, baik itu
print, elektronik, digital, dan activation. Bagaimana menurut Anda
sendiri? ***
*) Redaksi menerima komentar dan masukan pembaca
dengan imbalan menarik sekaligus kami muat pada edisi mendatang.
< kembali ke index
>
|